Artikel Blog Kelompok 1
Mata Kuliah : Etika Bisnis dan Profesi
Dosen Pengampu : Tri Wydiastuti, S.Pd, MM
Nama Anggota :
- Eka Rizky Arifiani 63200363
- Indah Nursamsiah 63200329
- Lany Haryani 63200237
- Stefannie 63200196
- Tania 63200185
Tugas Proyek UTS
Terima Kasih.
Corporate Social Responsibility sangat penting bagi perusahaan karena dapat membangun reputasi bisnis yang positif, sehingga dapat meningkatkan loyalitas dan kepercayaan publik. Selain itu, dengan mengatasi masalah lingkungan dan sosial, perusahaan berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
PENGERTIAN CSR :
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada lingkungan dan masyarakat sekitarnya sebagai bentuk tanggung jawab sosial. CSR dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kepentingan dari berbagai pemangku kepentingan, dan melibatkan tindakan dengan dampak positif bagi kehidupan sosial dan lingkungan.
Untuk mendapatkan inspirasi mengembangkan inisiatif CSR yang relevan dan berdampak positif bagi komunitas dan lingkungan, simak contoh CSR perusahaan berikut ini.
PROGRAM CSR WAJIB, TUJUANNYA UNTUK APA?
Adapun peraturan yang mewajibkan perusahaan melakukan CSR tertulis pada Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 47 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Social dan Perseroan Terbatas. Disebutkan pada Pasal 2 dan 3 PP tersebut "setiap perseroan selaku subjek hukum mempunyai tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Secara general, program CSR bertujuan sebagai bentuk kontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan. Program CSR memiliki konsep utama untuk menciptakan sustainability atau keberlanjutan dalam seluruh kegiatan bisnis dengan tetap menyimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, serta lingkungan. Sehingga dengan melakukan program CSR, perusahaan dapat memberikan dampak positif pada masyarakat serta lingkungan sekitar.
Dengan program CSR, perusahaan juga dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan menarik investor yang peduli dengan dampak sosial dan lingkungan.
Dengan program Corporate Social Responsibility, terdapat beberapa bentuk implementasi secara langsung yaitu,
2. Karyawan
3. Komunitas dan Lingkungan
Dapat diimplementasikan dalam bentuk kegiatan kemanusiaan maupun kegiatan yang berdampak positif terhadap lingkungan hidup.
4. Kesehatan dan Keamanan
KENAPA CSR ITU PENTING ?
Perusahaan sebagai entitas bisnis dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap masyarakat dan lingkungan dan hal tersebut ditentukan dari setiap kebijakan serta tindakan yang dilakukan. Maka, kehadiran CSR akan mempengaruhi tanggung jawab perusahaan dalam memberikan dampak positif terhadap sekitar. Berikut adalah dampak positif dari CSR :
1. Brand awareness
Masyarakat dapat mengenali suatu perusahaan dengan program CSR promotion. Program ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus promosi perusahaan. Penerapannya bisa dilakukan dengan cara perusahaan memberikan sumbangan dana yang dapat mendukung kegiatan sosial masyarakat. Dengan begitu, nama perusahaan bisa dikenal lebih luas.
2. Meningkatkan kesejahteraan sekitar
Sesuai nama dari program CSR yang berarti tanggung jawab sosial, program CSR dapat meningkatkan kesejahteraan sekitar dengan aktivitas yang dilakukan. Program CSR dapat diterapkan dengan menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan atau dengan perusahaan yang memberikan edukasi terhadap aktivitas yang dilakukan mengenai isu pelestarian lingkungan.
3. Menjalin hubungan baik dengan relasi
Konsep CSR yang melibatkan berbagai pihak baik konsumen, karyawan, investor, komunitas dan segala aspek perusahaan membuat kegiatan yang dilakukan memiliki orientasi untuk jangka panjang. Komitmen CSR membangun kualitas hidup dengan pihak terkait yang akhirnya berdampak baik terhadap hubungan perusahaan.
Pada akhirnya program CSR adalah hal yang penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Tak melulu soal membangun branding ataupun hubungan baik dengan relasi, program CSR hadir untuk memberikan kualitas hidup yang sehat dan aman untuk semua pihak dan lingkungan.
MANFAAT CSR :
Selain mengurangi risiko kerusakan, CSR adalah kegiatan yang punya banyak keuntungan lain. Adapun manfaat dari Corporate Social Responsibility adalah sebagai berikut.
l Bagi Lingkungan Hidup
Pertama, manfaat CSR adalah membantu menjaga lingkungan hidup. Suatu perusahaan diminta tak hanya mengejar keuntungan dalam jangka waktu tertentu, namun harus aktif berkontribusi terhadap kualitas lingkungan melalui dana CSR perusahaan.
l Bagi Masyarakat
Selanjutnya, manfaat corporate social responsibility adalah untuk berkontribusi dalam masyarakat. Contoh nyata corporate social responsibility adalah pendirian pabrik di tengah-tengah masyarakat dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan warga sekitar. Selain itu, CSR perusahaan juga dapat diwujudkan dengan menyerap tenaga kerja dari warga di lingkungan perusahaan.
l Bagi Perusahaan
Berikutnya, manfaat CSR adalah membantu perusahaan dalam meningkatkan citra di mata masyarakat. Ketika nama perusahaan terbentuk baik di mata masyarakat, maka proses branding juga akan lebih mudah, terutama jika target masyarakat yang merasakan CSR berskala nasional, seperti beasiswa sepak bola, pendirian sumur di daerah kering, dan sebagainya.
l Bagi Pemerintah
Terakhir, manfaat corporate social responsibility adalah mendukung program-program pemerintah terkait kemajuan bangsa dan negara. CSR adalah aksi sosial yang dilakukan oleh perusahaan terhadap masyarakat.
Oleh sebab itu, CSR perusahaan hadir membantu pemerintah dalam menangani berbagai masalah sosial seperti pencemaran lingkungan, pengangguran, kemiskinan, minimnya fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
JENIS-JENIS BIDANG CSR :
Pelaksanaan kegiatan CSR mencakup banyak bidang. Berikut ini penjelasan beberapa bidang CSR yang bisa dipilih:
1. Bidang lingkungan hidup
Di bidang ini, perusahaan bisa berkontribusi menjaga lingkungan hidup dengan melakukan program penanaman pohon atau pengelolaan limbah.
2. Bidang pendidikan
Pendidikan merupakan hal yang penting. Untuk itulah kegiatan CSR seperti program pemberian beasiswa atau pelatihan di bidang ini juga sangat diperlukan.
3. Bidang kesehatan dan keselamatan
Contoh kegiatan CSR perusahaan di bidang ini bisa berupa program donor darah, vaksinasi Covid-19, hingga pengobatan gratis bagi warga kurang mampu.
4. Bidang pemberdayaan masyarakat
Bidang pemberdayaan masyarakat ini biasanya mengacu pada pelatihan keterampilan supaya masyarakat dapat memiliki ilmu baru dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Contohnya bisa seperti melakukan pelathan untuk meningkatan skill kewirausahaan hingga mengajarkan kemampuan lain untuk dijadikan mata pencaharian.
JENIS-JENIS KEGIATAN CSR :
Ada beberapa jenis kegiatan CSR menurut Philip Kotler dan Nancy Lee, di antaranya:
1. Cause Promotions
Jenis yang pertama ini bertujuan untuk membantu meningkatkan awareness (kesadaran) masyarakat akan suatu masalah sosial atau cause yang ingin diangkat oleh perusahaan. Dengan demikian, masyarakat akan terdorong untuk ikut berpartisipasi mendukung masalah sosial ini.
Selain sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada pihak yang terkait, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai sarana promosi. Perusahaan akan mengeluarkan sejumlah dana atau sumber daya lain sebagai bentuk kontribusinya, sehingga masyarakat akan makin mengenal produk atau brand mereka.
2. Cause Related Marketing
Jenis kegiatan CSR ini adalah bentuk komitmen suatu perusahaan untuk menyumbangkan sejumlah tertentu dari keuntungan yang diterima dalam suatu kegiatan sosial. Hasil yang terkumpul akan diserahkan pada pihak tertentu, yang kemudian bisa digunakan untuk melakukan pembangunan di area tersebut.
Perusahaan bisa memperoleh banyak pelanggan baru dengan melakukan program ini, penjualan yang meningkat, serta membangun citra positif untuk brand identity.
3. Corporate Social Marketing
Jenis program ketiga ini adalah kampanye perusahaan yang memiliki tujuan akhir untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik. Perubahan ini mencakup kesehatan dan keselamatan publik, kelestarian lingkungan hidup, sekaligus kesejahteraan masyarakat.
4. Corporate Philanthropy
Perusahaan yang melakukan program Corporate Philanthropy akan memberikan secara cuma-cuma sebagian dari kekayaannya, atau dengan kata lain, sumbangan kepada masyarakat. Kegiatan CSR ini adalah bentuk terima kasih perusahaan atas kontribusi masyarakat, sehingga biasanya bentuk sumbangannya adalah tunai.
Reputasi perusahaan tentu akan meningkat dengan dilakukannya program ini. Citra yang baik juga bisa berpengaruh pada masa depan perusahaan, yang memberi dampak positif pada penyelesaian suatu masalah sosial di komunitas lokal.
5. Community Volunteering
Saat melakukan program ini, perusahaan akan memberikan pelayanan untuk membantu kelompok masyarakat lokal ataupun kelompok target sasaran secara sukarela. Biasanya, perusahaan akan mengikutsertakan karyawan, rekan-rekan pedagang, hingga pemegang franchise untuk menyisihkan waktu mereka.
KETERLIBATAN KARYAWAN
Keterlibatan karyawan merupakan faktor penting dalam keberhasilan organisasi mana pun. Ketika karyawan secara aktif terlibat dan berinvestasi dalam pekerjaan mereka, mereka berkontribusi tidak hanya pada keuntungan perusahaan tetapi juga pada inisiatif tanggung jawab sosialnya. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) telah berkembang dari aspek bisnis yang “bagus untuk dimiliki” menjadi sebuah kebutuhan mendasar, sebagian didorong oleh keterlibatan karyawan yang berupaya memberikan dampak berarti di luar tempat kerja.
u Mendefinisikan Keterlibatan Karyawan
Keterlibatan karyawan mengacu pada tingkat dedikasi, semangat, dan antusiasme yang dimiliki karyawan terhadap pekerjaan dan organisasinya. Karyawan yang terlibat termotivasi untuk menyumbangkan upaya terbaik mereka, membina lingkungan kerja yang positif. Ini melibatkan komitmen emosional, mental, dan fisik karyawan terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi mereka.
u Memahami Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) adalah pendekatan bisnis yang mengintegrasikan kepedulian etika, sosial, dan lingkungan ke dalam strategi, operasi, dan nilai-nilai organisasi. Hal ini mencakup tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk inisiatif filantropis, upaya keberlanjutan, dan keterlibatan masyarakat. CSR didorong oleh rasa tanggung jawab terhadap pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, komunitas, dan lingkungan.
STRATEGI MENINGKATKAN KETERLIBATAN KARYAWAN DALAM CSR
Untuk memaksimalkan dampak keterlibatan karyawan terhadap CSR, organisasi dapat menerapkan strategi berikut:
1. Komunikasikan Visi
Pastikan karyawan memahami tujuan CSR organisasi dan bagaimana kontribusi mereka selaras dengan tujuan tersebut. Transparansi dan komunikasi yang jelas mengenai dampak kegiatan CSR dapat memotivasi karyawan untuk berpartisipasi aktif.
2. Menawarkan Peluang Menjadi Relawan
Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk terlibat dalam kegiatan sukarela selama jam kerja. Hal ini memungkinkan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam inisiatif CSR tanpa mengganggu jadwal kerja rutin mereka.
3. Mengakui dan Merayakan Kontribusi
Mengakui dan merayakan kontribusi karyawan terhadap inisiatif CSR. Pengakuan rutin melalui penghargaan, program pengakuan, atau komunikasi internal memperkuat pentingnya keterlibatan karyawan dalam CSR.
4. Berkolaborasi dengan Jaringan Karyawan
Libatkan kelompok sumber daya atau jaringan karyawan untuk memperjuangkan tujuan CSR tertentu. Karyawan yang memiliki minat dan semangat yang sama dapat bersatu untuk mendorong inisiatif, menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepemilikan.
KASUS-KASUS YANG TERJADI TERKAIT CSR DALAM ETIKA BISNIS DAN SOLUSINYA
1. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERUSAHAAN KEPADA MASYARAKAT STUDI KASUS PADA PT GOLD COIN SPECIALITIES
Gold Coin Bekasi tidak memiliki program khusus untuk kegiatan CSR/tanggung jawab sosialnya. Memberikan sumbangan untuk berbagai kegiatan warga sekitarnya dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat perusahaan. Keterlibatan sosial perusahaan diwujudkan dengan memberikan sumbangan dan dukungan, baik berupa uang maupun barang.
Sumbangan rutin juga diberikan perusahaan untuk kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar, Sumbangan untuk kegiatan keagamaan, seperti peringatan hari besar Islam, Maulid Nabi Muhammad maupun Tahun Baru Islam, diberikan apabila panitia pelaksana kegiatan mengajukan proposal permohonan bantuan dana kepada perusahaan. sumbangan dalam bentuk uang untuk kegiatan lainnya juga diberikan kepada masyarakat sekitar, misalnya sumbangan untuk kegiatan perayaan Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus), pembangunan Masjid atau Mushalla, yang besarnya ditentukan dan atas persetujuan manajemen Gold Coin Bekasi.
Jika dianalisis mengenai motivasi perusahaan melakukan CSR, menurut Saidi dan Abidin (2004), motivasi perusahaan melakukan CSR masih dalam tahap pertama, yaitu perusahaan melakukan CSR didorong oleh motivasi keagamaan (corporate charity) dengan tujuan mendukung kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial serta menjalin keharmonisan dengan masyarakat sekitar. Namun, perusahaan belum mencapai tahap ketiga, yaitu CSR dilakukan dengan motivasi untuk memberdayakan masyarakat (corporate citizenship).
Sumbangan rutin yang diberikan perusahaan adalah sumbangan untuk Posyandu, yang dilakukan satu bulan sekali, dengan nilai sumbangan sebesar Rp200.000,00. Sumbangan ini diberikan sejak Februari 2006 sampai dengan Mei 2010. Setelah itu, sumbangan untuk Posyandu dihentikan, tetapi informan tidak memberikan alasan penghentian tersebut.
Kemudian, bagaimana dengan tanggung jawab Gold Coin Bekasi terhadap lingkungan sekitarnya? Gold Coin Bekasi melupakan satu hal, yaitu, dalam kegiatan produksinya perusahaan menghasilkan polusi udara berupa bau tak sedap dan debu sisa produksi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar perusahaan. Masyarakat menganggap polusi ini sangat mengganggu terutama bagi mereka yang memiliki bayi dan balita. Polusi ini dianggap sebagai penyebab beberapa penyakit yang diderita bayi dan balita, misalnya flek paru-paru dan batuk karena alergi debu. Penyakit yang diungkapkan masyarakat ini tidak dapat dipastikan oleh peneliti karena keterbatasan waktu penelitian dan keterbatasan pengetahuan peneliti tentang kesehatan.
Pada saat wawancara, perusahaan mengakui bahwa polusi tersebut berasal dari adanya kebocoran alat penampungan bahan baku pada saat bahan baku tersebut diproses. Alat penampungan tersebut berada kurang lebih 100 meter di atas tanah. Jika alat penampungan tersebut bocor, maka kebocoran tersebut pastinya akan menyebabkan polusi udara berupa debu dan bau tidak sedap. Menurut perusahaan, kebocoran tersebut dapat diatasi dengan melakukan perbaikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, yaitu jika memang dapat diatasi dengan melakukan perbaikan, mengapa polusi udara tersebut masih sering kali terjadi yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari masyarakat? Hal ini diungkapkan oleh beberapa orang warga, salah satunya adalah Bapak Abu Hasan. Jawaban dari Gold Coin atas pertanyaan ini adalah, perusahaan selalu berusaha agar kebocoran tersebut tidak terjadi. Kalaupun terjadi kebocoran perusahaan akan dengan cepat memperbaikinya sehingga tidak akan menimbulkan polusi udara yang pada akhirnya merugikan masyarakat. Satu hal lagi, manajemen Gold Coin Bekasi tidak pernah menganggap polusi udara tersebut merupakan masalah besar. Sebaliknya, masyarakat menganggap polusi udara tersebut merupakan masalah yang cukup serius. Hal ini menjadi masalah berkepanjangan antara masyarakat sekitar dengan PT Gold Coin Bekasi. Masalah ketidakharmonisan antara perusahaan dengan masyarakat, seharusnya membuat perusahaan lebih peka terhadap hal yang terjadi di masyarakat. Pada dasarnya, kewajiban perusahaan adalah menjaga lingkungan, meskipun polusi udara yang dihasilkan bukan berasal dari limbah produksi.
Tanggapan Masyarakat atas Operasi dan Program CSR PT Gold Coin Bekasi
Masyarakat memandang bahwa keberadaan Gold Coin Bekasi tidak memberikan manfaat maksimal bagi mereka. Hanya sebagian kecil yang dapat merasakan keuntungan dari keberadaan perusahaan yaitu mereka yang menjadi karyawan tetap Gold Coin Bekasi. Namun, dari sudut pandang perusahaan hal ini dapat dimengerti. Gold Coin Bekasi adalah perusahaan multinasional yang semakin berkembang pesat sehingga kebutuhan tenaga kerja yang kompeten juga sangat dibutuhkan. Berikut ini adalah tanggapan masyarakat ketika ditanyakan mengenai sumbangan atau bantuan dana yang diberikan oleh Gold Coin Bekasi sebagai bentuk aktivitas CSR-nya :
Ketua RW 06 dan Ketua RT 02, menyatakan sulitnya mendapatkan bantuan dana untuk kegiatan warga, baik kegiatan keagamaan maupun kegiatan lainnya. Bantuan dana dari perusahaan dapat diterima, dengan prosedur panitia pelaksana kegiatan membuat proposal permohonan bantuan dana dan diajukan ke HRD & GA PT Gold Coin Bekasi. Kemudian panitia akan menunggu kabar dari perusahaan mengenai permohonan tersebut. Kesulitan yang dialami panitia adalah, lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan jawaban dari perusahaan, bahkan terkadang kegiatan sudah akan dimulai perusahaan baru memberikan jawaban.
Ketua Posyandu Dahlia 3, dengan wilayah kerja RW 06, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Ibu Amah, sangat menyayangkan penghentian bantuan dana untuk Posyandu Dahlia 3. Pada saat perusahaan memberikan bantuan dana, pelayanan posyandu sangat terbantu, meskipun perusahaan hanya memberikan Rp200.000,00 per bulan. Bantuan dana yang diberikan perusahaan digunakan untuk kegiatan posyandu, yang dilaksanakan satu bulan sekali. Pelayanan yang diberikan posyandu ini antara lain memberikan imunisasi gratis bagi bayi dan balita, pemeriksaan gratis bagi ibu hamil, pemantauan berat badan bayi dan balita, pemberian vitamin gratis, serta pemberian makanan bergizi untuk bayi, balita, dan ibu hamil yang menerima pelayanan posyandu. Sejak perusahaan menghentikan pemberian sumbangan, Ketua Posyandu telah melakukan banyak hal agar mendapatkan kembali bantuan tersebut, salah satunya mengajukan proposal permohonan bantuan dana, tetapi sampai dengan saat ini proposal tersebut tidak pernah direspon oleh pihak perusahaan. Ibu Amah mengatakan : “Pada saat penghentian tersebut, pihak perusahaan tidak memberikan penjelasan mengapa bantuan tersebut dihentikan”.
Pengurus Posyandu sangat berharap perusahaan dapat memberikan bantuan dana kembali demi keberlangsungan pemberian pelayanan di posyandu. Meskipun sebenarnya, biaya yang dikeluarkan posyandu adalah biaya pemerintah. Namun, dalam hal ini bantuan dana dari perusahaan dapat lebih mengoptimalkan pelayanan posyandu.
Hal yang paling dikeluhkan masyarakat adalah polusi udara yang dihasilkan oleh perusahaan. Polusi udara kerap kali menjadi pengganggu aktivitas masyarakat. Bau tak sedap dan debu sisa produksi terkadang sangat mengganggu aktivitas. Bau dan debu tersebut terjadi sepanjang hari sampai beberapa hari. Apabila bau dan debu tersebut sudah sangat mengganggu, warga akan melapor kepada ketua RW, kemudian ketua RW bersama dengan ketua RT dan tokoh masyarakat setempat mendatangi Gold Coin untuk bertemu dengan manajer HRD & GA kemudian melaporkan masalah polusi udara tersebut. Setelah mendapatkan laporan polusi udara, perusahaan akan memperbaiki kebocoran tempat penyimpanan bahan baku untuk proses produksi. Menurut Ketua RT 02, yang kebetulan adalah karyawan Gold Coin Bekasi, kadang perusahaan membiarkan saja kebocoran tersebut, dan menganggap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Setelah warga melaporkan ada polusi udara, kemudian perusahaan baru memperbaiki kebocoran tersebut. Bahkan, tidak jarang juga perusahaan akan melakukan perbaikan setelah warga melakukan demontrasi karena polusi udara itu. Namun, perusahaan seolah menutup mata atas hal itu, dan selalu menganggap hal tersebut bukanlah masalah serius. Bahkan, masalah polusi udara ini pernah dilaporkan ke kantor kelurahan dan kecamatan setempat. Namun, jawaban yang diperoleh hanya, mereka akan menindaklanjuti. Padahal, pada kenyataannya tidak pernah ada tindak lanjut. Sampai dengan saat ini, tindak lanjut itu tidak Seharusnya, perusahaan tidak menutup mata atas masalah ini. Masalah ini merupakan masalah krusial yang harus segera diperhatikan. Konflik makin sering terjadi antara masyarakat dengan perusahaan. Hal ini ditunjukkan dengan seringnya demonstrasi yang dilakukan masyarakat karena masalah ini. Makin banyaknya ketidakpuasan yang dirasakan masyarakat sehubungan dengan sikap perusahaan terhadap masyarakat mulai menyebabkan munculnya konflik antara perusahaan dan masyarakat. Demonstrasi yang dilakukan masyarakat ini mencerminkan kurangnya saling pengertian dan toleransi antara perusahaan dan mayarakat yang menimbulkan kesalahpahaman dan berakhir dengan konflik. Jika dicermati lebih jauh, demonstrasi yang dilakukan hanya salah satu ekspresi ketidakpuasan dan kemarahan masyarakat. Ekspresi ini sebenarnya berdampak buruk serta mulai mengganggu eksistensi dan kestabilan operasi perusahaan juga.
SOLUSI :
Dari hasil wawancara dengan masyarakat sekitar, masyarakat berharap terhadap program CSR yang
perlu dilakukan perusahaan adalah :
1. PT GCS dapat lebih peduli dengan masyarakat sekitar.
2. Penyelesaian masalah polusi udara harus dilakukan sesegera mungkin.
3. Masyarakat dapat dijadikan mitra perusahaan.
4. Penyerapan tenaga kerja yang berdomisili di sekitar perusahaan harus dimaksimalkan.
5. PT GCS dapat lebih proaktif dalam memberdayakan masyarakat.
6. Mengikutsertakan masyarakat dalam kegiatan CSR-nya.
REKOMENDASI PROGRAM CSR
Berikut ini beberapa rekomendasi program CSR yang dapat dijadikan masukan bagi perusahaan untuk meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat :
1. Melanjutkan program sebelumnya, yaitu dengan memberikan bantuan dana untuk kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.
Penghentian pemberian bantuan dana hanya akan memperburuk citra perusahaan di mata masyarakat. Tetapi ada baiknya juga perusahaan bukan hanya memberikan bantuan dana saja. Sebaiknya perusahaan melakukan pembinaan bagi masyarakat agar nantinya masyarakat sekitar dapat lebih mandiri.
2. Menjaga kebersihan lingkungan terutama meminimalkan polusi udara yang dihasilkan dari kegiatan produksi. Perusahaan sebaiknya mengevaluasi kembali proses produksinya, dan lakukan pengelolaan limbah dengan baik. Evaluasi kembali proses produksi secara berkala harus dilakukan agar debu dan bau tidak sedap tidak lagi mengganggu masyarakat. Pengelolaan limbah juga perlu dilakukan agar limbah yang dihasilkan tidak akan pernah mengganggu masyarakat. Selain itu, aktif dalam kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan juga diperlukan, agar image perusahaan meningkat.
3. Melakukan kerja sama dengan yayasan atau lembaga sosial sekitar perusahaan.
Di sekitar perusahaan terdapat satu yayasan pendidikan, yaitu Yayasan Al Muslimun. Yayasan ini bergerak dalam bidang pendidikan. Kerja sama dengan yayasan ini dilakukan dengan tujuan untuk memajukan pendidikan. Kerja sama yang dilakukan dapat berupa perusahaan memberikan dana rutin atau dana abadi yang digunakan secara teratur bagi kegiatan yayasan.
4. Memberikan bantuan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat termasuk melalui pengembangan usaha ekonomi rakyat serta pengembangan kemampuan sumber daya manusia sehingga kualitas kehidupan masyarakat secara umum dapat menjadi lebih baik, masyarakat dapat mandiri dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraannya sendiri menuju terbentuknya civil society
Rekomendasi program tersebut hanyalah saran dan mencerminkan harapan masyarakat sekitar perusahaan. Diharapkan dengan adanya program CSR yang peduli kepada masyarakat dapat terjalin hubungan baik antara masyarakat dan perusahaan serta dalam jangka panjang eksistensi dan keberlangsungan operasi perusahaan juga akan terjaga dengan baik. Pada akhirnya, masyarakat dapat menjadi rekan yang baik bagi perusahaan, begitu sebaliknya.
2. OPINI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSBILITY (CSR)
Penelitian ini dilakukan di sekitar area PT. Charoen Pokphand Indonesia yang berada di Desa Bringin Bendo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. PT. Charoen Pokphand Indonesia adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perindustrian pakan ternak, pembibitan ayam ras. serta pengolahannya, industri pengolahan makanan, pengawetan daging sapi dan ayam, menjual hasil industri makanan ternak serta menjual hasil olahan daging ayam dan sapi kesuluruh indonesia bahakan sampai ekspor keluar negerI. PT Charoen Pokphand dalam setiap harinya pada saat produksi mengeluarkan polusi asap udara, polusi tersebut betebaran di sekitaran wilayah unit perusahaan dan bisingnya suara mesin disaat pabrik mulai berproduksi.
Dari data yang sudah diperoleh dan banyaknya program CSR yang dijalankan oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia – Sidoarjo Jawa timur, khususnya unit atau perusahaan yang terletak di desa Bringin Bendo, kecamatan taman, Kabupaten sidoarjo. Maka akan menimbulkan sejumlah opini dari sejumlah komunitas atau masyarakat yang berada di lingkungan unit perseroan atau perusahaan tersebut. Apalagi ada opini dari sekelompok masyarakat yang iri atau memberikan opini negatif karena belum meratanya pemberian. program-program CSR yang dicanangkan. oleh pihak perusahaan sehingga. Mengakibatkan. masyarakat membuat .perbandingan lingkungan mereka .dengan lingkungan .tetangga mereka. Karena kegiatan yang dilakukan oleh PT. Charoend Pokphan Indonesia – Sidoarjo Jawa Timur ini mencakup beberapa program yang menyangkut sembako, uang tunai. pendidikan, pengasapan nyamuk .demam berdarah, khitanan massal, donor darah, .perbaikan rumah ibadah, .perbaikan jalan, perbaikan .sekolah dan pengobatan gratis.
PT. Charoen Pokphand Indonesia memliki program andalan dalam memperbaiki lingkungan dan keadaan disekitarnya adalah tentang kesehatan dan memperbaiki gizi masyarakat dengan memberika program bantuan 100.000.000 (seratus juta) telur untuk seluruh warga Indonesia.
Dengan visi perusahaan itulah PT. Charoen Pokphand Indonesia Menjadi perusahaan tangguh dan terintegrasi dalam industri agribisnis dan akuakultur, Menjadi perusahaan tempat para profesional mengembangkan diri dan berkarya bagi perusahaan dan Negara. PT. Charoen Pokphand Indonesia juga memiliki misi :
1) Ikut serta menyehatkan dan mencerdaskan bangsa dengan menyediakan sumber protein yang bernilai gizi tinggi dan murah
2) Ikut serta mengembangkan industri agribisnis dan akuakultur di Indonesia
3) Ikut serta menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan tenaga kerja yang terampil dan produktif
Sebenarnya Program Corporate Social Marketing yang dilaksanakan PT Charoend Pokphan Indonesia – Sidoarjo Jawa Timur sudah banyak mendapatkan opini yang positif dimasyarakat, akan tetapi masih perlu adanya peningkatan dalam koordinasi dan pengawasan dalam penyaluran program bantuan. Namun masih ada beberapa keterangan yang mempunyai opini negative, masih ada beberapa warga yang mengatakan bahwa program yang dijalankan dan dilakukan kurang dapat pengawasan dan dianggap masih kurang. Hal ini dikarenakan masih banyak warga yang ingin program – progam yang dijalankan tidak hanya sekali saja, karena program yang dijalankan oleh perusahaan dinilai sudah cukup bagus. Dalam program jenis ini perusahaan dengan program Corporate Philanthropy memberikan kontribusi langsung dengan secara cuma-cuma (charity) dalam bentuk hibah tunai, sumbangan dan bentuk layanan lainnya.
KEGIATANNYA YANG DILAKUKAN OLEH PT. CHAREOND POKPHAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
Ekonomi :
Dalam bidang ekonomi bisa dikatakan masuk dalam kategori baik dan sangat baik, dilihat dari tabel diatas bahwa tingkat kepercayaan memiliki rata – rata sebanyak 77,54% dan sikap memiliki nilai rata – rata sebanyak 81,20%.
Sosial :
Dalam bidang ekonomi bisa dikatakan massuk dalam kategori baik dan sangat baik, dilihat dari tabel diatas bahwa setiap rw memiliki rata tingkat kepercayan sebanyak 77,18% dan sikap memiliki nilai rata – rata sebanyak 82,13%.
Pendidikan :
Dalam bidang pendidikan bisa dikatakan massuk dalam kategori sangat baik dan baik, dilihat dari tabel diatas bahwa rata-rata dari kepercayan sebanyak 81,63% dan sikap memiliki nilai rata – rata sebanyak 80,39%.
Lingkungan :
Dalam bidang lingkungan bisa dikatakan masuk dalam kategori baik, dilihat dari tabel diatas bahwa tingkat kepercayaan sebanyak 78,52% dan sikap sebanyak 79,97%.
Corporate Social Responsibility yang telah dilakukan oleh perusahaan mendapatkan opini yang bagus atau baik dari masyarakat Desa Bringin Bendo Rw.05 dan Rw.06, namun masih banyak yang harus dibenahi dalam cara pemberian atau penyampaiannya, karena dalam prosesnya kurang begitu tepat sasaran. Namun masih terdapatnya opini negatif dari masyarakat Dusun Bringin Wetan khususnya Rw.05 dan Rw.06 yang dekat dengan unit perusahaan yang sebagai pihak penerima bantuan menunjukkan ada rasa tidak puas terhadap bentuk dan jumlah bantuan yang diberikan, hal ini berakibat munculnya opini negatif dalam masyarakat. Opini masyarakat negatif muncul karena mereka merasa tidak pernah ikut menikmati dan merasakan manfaat dari programprogram CSR perusahaan

